Kamis, 06 Oktober 2011

ini contoh proposal skripsi



PROPOSAL SKRIPSI
NAMA : PUPUT NILAM SARI
NIM : 7101409039
PRODI : PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS : PENDIDIKAN EKONOMI

A. JUDUL
“EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF " MAKE A MATCH " TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI PADA KOMPETENSI DASAR MENCATAT TRANSAKSI KEDALAM JURNAL UMUM SMA X TAHUN AJARAN 2010/2011”

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.
Dalam pendidikan tidak lepas dari kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan selalu mengacu pada tujuan pembelajaran. tujuan belajar merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran, sebab segala kegiatan pembelajaran muaranya pada tercapainya tujuan tersebut. Tujuan pembelajaran merupakan salah satu tuntutan agar subyek belajar setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan dapat menguasai sejumlah pengetahuan ketrampilan dan sikap sesuai isi proses pembelajaran tersebut (Sugandi, 2004:22).
Setiap jenjang pendidikan, setiap tingkat kelas dan setiap mata pelajaran juga pastinya mengacu pada tujuan pendidikan yang sudah diatur dan direncanakan oleh pihak – pihak pendidikan yang bersangutan tersebut. Termasuk dalam mata pelajaran akuntansi. Dalam pelajaran akuntansi juga ada tujuan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Mata pelajaran akuntansi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.”
Accounting Principle Board Statement No. 4 (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif. Menurut American Accounting Association ( AAA ) Akuntansi itu merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut . “the proceed of identifying, measuring and communicating economic information to permit informed judgment and decisions by user of the information”.
Yang sesuai dengan fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Mata pelajaran akuntansi telah diberikan mulai dari kelas xi sampai kelas xii dan bahkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi misalnya perguruan tinggi atau universitas dengan maksud agar siswa terlibat dalam proses belajar mengajar secara aktif dan kreatif.
¬Berbicara tentang tujuan pembelajaran tidak lepas dari berbicara tentang prestasi belajar. Prestasi belajar terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar. Prestasi bermakna hasil atau nilai dari suatu proses. Nilai atau hasil bisa bersifat abstrak dan bisa juga bersifat konkret. Dimana prestasi belajar merupakan gambaran atau patokan sebagai tingkat atau keberhasilan penguasaan siswa yang dapat dilihat dari tinggi rendahnya nilai yang diperoleh siswa digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa, menentukan kelulusan, selain itu sebagai umpan balik bagi guru, tentang jurusan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Prestasi belajar yang dicapai setiap siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Baik faktor internal maupun eksternal. Yang termasuk kedalam faktor internal antara lain: faktor kematangan, pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain: faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar dan mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.
Dalam proses belajar mengajar. keaktifan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh pakar pendidik sehingga proses belajar mengajar yang ditempuh akan benar-benar mendapatkan hasil yang optimal. Pendidik hanyalah merangsang keaktifan dengan jalan menyajikan bahan pelajaran, sedangkan yang mengolah dan mencerna adalah peserta didik itu sendiri sesuai dengan kemauan, kemampuan, bakat dan latar belakang masing-masing. Karena belajar adalah suatu proses dimana peserta didik harus aktif. Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama, daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat. ada yang sedang dan ada yang lambat. Terhadap perbedaan daya siswa sebagaimana kenyataan diatas, diperlukan strategi dan metode pengajaran yang tepat.
Menurut (Syaiful Bahri Djamarah dkk, 2002; 93) ada banyak macam metode yaitu:
Metode proyek
1. Metode Eksperimen
2. Metode proyek
3. Metode Penberian Tugas ( resitasi)
4. Metode Diskusi
5. Metode Sosiodrama
6. Metode Demonstrasi
7. Metode Problem solvimg
8. Metode Karya wisata
9. Metode Tanya jawab
10. Metode Latihan
11. Metode Ceramah
Selain itu ada juga model pembelajaran kooperatif atau belajar bersama. Model pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah mahluk sosial (Lie, 2003:27). Sedangkan menurut Ibrahim (2000:2) model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang membantu siswa mempelajari isi akademik dan hubungan sosial. Ciri khusus pembelajaran kooperatif mencakup lima unsur yang harus diterapkan, yang meliputi; saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok (Lie, 2003:30).
Dengan menggunakan banyak metode ini proses belajar mengajar terjadi, dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif, tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. Dengan kata lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas, tanpa aktivitas, belajar tidak mungkin akan berlangsung dengan baik.
Suatu metode dalam pembelajaran. atau istilah yang digunakan dalam teori pendidikan bertujuan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar serta terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien serta banyak mengandung makna, sehingga proses belajar mengajar mengalami perubahan menjadi proses pembelajaran. Hal itu dimaksudkan untuk lebih memberikan bobot serta makna yang dalam agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran serta berdampak pada perubahan tingkah laku baik menyangkut unsur kognitif, efektif maupun psikomotor.
Menurut James B. Brow ( Suryobroto, 1977 :3 ), mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain dapat menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan serta mengevaluasi kegiatan siswa. Oleh karena itu setiap pengajar atau Guru harus dapat memilih suatu metode pengajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dan materi pelajaran yang diajarkan.
Metode mengajar yang tepat haruslah memperhatikan kemauan, dorongan, minat, potensi dan kemampuan siswa daiam melakukan suatu kegiatan dalam suatu proses pengajaran.
Salah satu contoh kondisi pembelairan yang seringkali disajikan guru dalam pembelajaran Akuntansi dinilai masih belum tepat sasaran dan bahkan cenderung penerapannya masih dibatasi dengan konteks buku tertentu saja. Dari kecerobohan pembelajaran tersebut mengakibatkan timbulnya verbalitas serta kurang berkembangnya wawasan maupun pengetahuan pada siswa itu sendiri.
Menurut Saepul Bahri (1977:119) menyatakan bahwa, Suatu Proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil apabila guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Oleh karena inilah suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan atau materi pelajaran dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator maupun tujuan pembelajaran dari materi tersebut.
Terkadang siswa merasa jenuh dan kurang memahami dan menagkap materi yang telah diajarkan. Hal tersebut dikarenakan proses belajar mengajar yang masih menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran terkesan monoton dan searah. Di samping itu kegiatan siswa di kelas hanya mendengrakan, melihat, dan mencatat saja, tanpa melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran tersebut. Sehingga menjadikan siswa kurang berani dalam menyampaikan suatu pendapat atau ide-ide. Hal ini yang menunjukkan efektivitas dalam pembelajaran masih sangat rendah. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pengajaran, dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat.
Berdasarkan masalah yang ada dan hakekat seorang guru, maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana keberhasilan pengajaran mata pelajaran akuntansi pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum jika dalam belajar dengan menggunakan metode Model Pembelajaran Kooperatif " Make A Match ”.
Model pembelajaran kooperatif merupakan metode yang mensyaratkan siswa untuk belajar secara bersama dalam suatu kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas kelas atau tugas rumah mingguan. Model pembelajaran kooperatif bukanlah hal yang sama sekali baru bagi guru. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Metode make a match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa. Metode ini dapat digunakan untuk semua mata pelajaran Setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban), lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang.
Berdasarkan Observasi yang telah dilakukan di SMA X pada kelas XI terdapat 3 kelas jurusan IPS. Dimana jumlah siswanya adalah 118 siswa. Dari perolehan nilai siswa kelas XI masih banyak yang mendapatkan nilai dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam ulangan pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum. SMA X menetapkan KKM untuk mata pelajaran akuntansi adalah 75






Tabel 1 : Nilai Ulangan mata pelajaran akuntansi Kelas XI pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum Ajaran 2010/2011.
Kelas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Siswa
Jumlah Jumlah
XI IPS 1 21 19 40
XI IPS 2 25 15 40
XI IPS 3 22 16 38

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kelas XI IPS 1, XI IPS 2 dan kelas XI IPS 3 sama-sama memiliki tingkat belum tuntas belajar hampir sama. Dalam pembelajaran mata pelajaran akuntansi di SMA X, keberadaan metode sangat penting. Dengan menyadari pentingnya metode pembelajaran, maka masalah memilihan metode pembelajaran perlu menjadi pemikiran yang serius. Metode pembelajaran sangat dominan fungsinya, selain untuk menambah keaktifan siswa juga dapat untuk menambah motivasi belajar siswa.
Menyadari pentingnya arti metode pembelajaran maka sudah selayaknya guru senantiasa menggunakan metode pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran dan merupakan inti dari proses pendidikan. Berdasarkan masalah di atas maka peneliti ingin menyusun skripsi dengan judul “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF " MAKE A MATCH " TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI PADA KOMPETENSI DASAR MENCATAT TRANSAKSI KEDALAM JURNAL UMUM SMA X TAHUN AJARAN 2010/2011”


III. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian dia atas permasalahan yang akan diambil dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif “ make a match” dapat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar pada pelajaran akuntansi kelas xi pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum sma X tahun ajaran 2010/2011?

IV. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif “ make amatch” dalam meningkatkan prestasi belajar pada pelajaran akuntansi kelas xi pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum sma X tahun ajaran 2010/2011

V. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang penerapan model pembelajaran kooperatif “ make a match” dalam meningkatkan prestasi belajar pada pelajaran akuntansi kelas xi pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa
Meningkatkan minat dan motivasi belajar pada pelajaran akuntansi kelas XI pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum serta meningkatkan aktivitas belajar siswa. Serta penelitian ini juga untuk mengenalkan model pembelajaran kooperatif “ make a match” kepada siswa sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi belajar.

b. Bagi guru
Sebagai bekal bagi guru untuk mengatasi masalah yang terjadi pada proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran akuntansi kelas xi pada kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum demi meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik . Juga sebagai masukan kepada guru untuk membuat variasi dalam proses pembelajaran guna meghindari kejenuhan siswa dalam menggunakan metode pembelajaran selain ceramah.

c. Bagi peneliti
Dapat memperoleh pengalaman langsung dalam meneliti pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif “ make a match”.

2 komentar: